Logo

Mengenal Jenis-Jenis AI: Machine Learning, Deep Learning, dan Generative AI (Dasar AI #3)

Authors
  • avatarKartono bin Saleh
Published on

[Story] Mengungkap "Silsilah Keluarga" AI

Halo semuanya! Setelah melihat bagaimana AI bekerja secara ajaib di sekitar kita pada materi sebelumnya, mungkin Anda mulai bertanya-tanya: "Apakah semua AI itu sama?"

Jika Anda menebak bahwa AI memiliki banyak jenis, berarti Anda benar!

Sama seperti ilmu sains yang memiliki cabang fisika, kimia, dan biologi, AI juga memiliki kelompok keilmuan di dalamnya. Untuk memudahkannya, bayangkan AI seperti Matryoshka (boneka kayu Rusia yang di dalamnya terdapat boneka yang lebih kecil lagi).

Mari kita buka boneka tersebut satu per satu dari yang paling besar hingga yang paling kecil!

Ilustrasi AI Dasar 3

1. Lingkaran Terluar: Artificial Intelligence (AI)

Ini adalah "boneka" yang paling besar alias payung utamanya. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, AI adalah konsep besar tentang teknologi yang menerapkan peniruan perilaku manusia terhadap komputer. Tujuannya agar mesin bisa menyelesaikan tugas kompleks secara cepat dan efisien tanpa perlu bantuan eksplisit.

2. Di Dalam AI Ada: Machine Learning (ML)

Jika kita membuka AI, kita akan menemukan Machine Learning di dalamnya. ML adalah teknologi yang menggunakan metode statistika untuk membuat komputer belajar dari pola data yang besar.

Di sinilah proses training (pelatihan) terjadi. Algoritma akan terus belajar untuk meningkatkan performanya berdasarkan data yang diberikan, hingga akhirnya menghasilkan sebuah output berupa model yang pintar. Semakin banyak data yang Anda berikan, semakin baik pula modelnya.

3. Lebih Dalam Lagi: Deep Learning (DL)

Nah, di dalam Machine Learning, masih ada "boneka" yang lebih spesifik bernama Deep Learning. Jika ML sudah pintar, DL adalah versi yang mampu menangani masalah jauh lebih kompleks.

Mengapa bisa begitu? Karena Deep Learning didasari oleh konsep jaringan saraf tiruan yang meniru cara kerja otak manusia. Jaringan ini memproses data melewati beberapa tahapan rumit, mulai dari data masuk (input), diproses di lapisan tersembunyi (hidden layer), hingga menghasilkan keputusan (output). Semakin banyak hidden layer-nya, semakin canggih masalah yang bisa ia pecahkan.

4. Yang Paling Kekinian: Generative AI

Terakhir, di bagian paling dalam dari Deep Learning, kita menemukan bintang utama yang sedang tren saat ini: Generative AI.

Berbeda dengan AI pendahulunya yang mungkin hanya menebak atau mengklasifikasi data, Generative AI memiliki kemampuan untuk menciptakan konten baru berdasarkan perintah (input) yang diberikan pengguna. Model ini bisa menghasilkan bahasa, barisan kode pemrograman, suara, hingga gambar yang sangat indah.

Salah satu contohnya adalah saat Anda meminta AI untuk menggambarkan "kucing astronot terbang di angkasa", dan sistem langsung membuatkan gambarnya dari nol untuk Anda! Keren, bukan?


Lumayan panjang juga pembahasannya, ya. Namun, tenang saja. Dengan mengetahui silsilah Taksonomi AI ini, Anda kini sudah selangkah lebih maju untuk memahami cara kerja teknologi masa depan.

Semoga dengan pembahasan di atas, Anda makin tertarik dan gigih untuk belajar dasar AI. Pada materi selanjutnya, kita akan membedah bagaimana tahap demi tahap sebuah sistem AI itu diciptakan dari nol.

Sudahkah Anda siap melangkah ke materi AI Workflow? Tetap semangat belajar, ya!

Referensi

  • Russell, S., & Norvig, P. (2020). Artificial Intelligence: A Modern Approach (4th ed.). Pearson.
  • IBM. What is Artificial Intelligence (AI)? https://www.ibm.com/topics/artificial-intelligence