Logo

Bagaimana AI Bekerja di Kehidupan Sehari-hari? (Dasar AI #2)

Authors
  • avatarKartono bin Saleh
Published on

[Story] AI Bukan Sekadar Fiksi Ilmiah, Ia Ada di Genggaman Kita

Halo semuanya! Pada materi sebelumnya, kita sudah berkenalan dengan apa itu AI dan bagaimana ia bisa menjadi "asisten" pintar yang mempermudah pekerjaan kita saat menyortir data.

Setelah mengetahui hal tersebut, mungkin terbesit di benak Anda: "Memangnya, seberapa sering kita berinteraksi dengan AI di dunia nyata?"

Faktanya, tanpa Anda sadari, Anda mungkin sudah menggunakan AI setiap hari. AI tidak selalu berwujud robot canggih seperti di film-film. Sering kali, AI bekerja di balik layar aplikasi yang ada di ponsel kita.

Tanpa berlama-lama, mari kita uraikan dua contoh penerapan AI di kehidupan sehari-hari yang sangat dekat dengan kita.

Ilustrasi AI Dasar 2

1. Sistem Rekomendasi Konten (Misal: YouTube atau Spotify)

Pernahkah Anda membuka YouTube atau Spotify, dan seketika beranda Anda dipenuhi dengan rekomendasi video atau lagu yang memang sedang sangat ingin Anda nikmati? Layanan inovatif ini digerakkan oleh teknologi AI.

Pertanyaannya, bagaimana cara aplikasi tersebut seolah-olah bisa "membaca pikiran" kita? Mari kita uraikan langkah-langkahnya:

  1. Pengumpulan Jejak Digital: Pertama, aplikasi mengumpulkan data dari aktivitas Anda, seperti video apa yang Anda tonton sampai habis, lagu apa yang sering Anda lewati (skip), atau kata kunci apa yang Anda cari.
  2. Pencarian Pola: Selanjutnya, data tersebut diolah oleh algoritma AI. Algoritma ini akan membandingkan kebiasaan Anda dengan jutaan pengguna lain yang memiliki selera serupa.
  3. Prediksi dan Eksekusi: Berdasarkan pola tersebut, AI akan memprediksi konten apa yang probabilitasnya paling tinggi akan Anda sukai, lalu menampilkannya di halaman utama Anda.

Teknologi inilah yang membuat Anda bisa betah scroll berjam-jam, karena mesin terus belajar dari perilaku Anda!

2. Filter Spam dan Pengecek Tata Bahasa (Grammar Checker)

Bagi Anda yang sering mengirim email tugas atau membuat dokumen, pasti pernah melihat pesan penipuan otomatis masuk ke folder Spam, atau melihat garis merah di bawah kata yang salah ketik (typo).

Apakah kalian bertanya-tanya bagaimana sistem tahu bahwa sebuah email itu berbahaya atau sebuah kalimat itu salah secara tata bahasa?

Sistem ini tidak memblokir email secara manual satu per satu. Ia menggunakan AI yang telah dilatih dengan jutaan contoh email normal dan email spam. AI mendeteksi pola teks tertentu (misalnya penggunaan huruf kapital berlebihan, tautan mencurigakan, atau kata-kata manipulatif).

Ketika ada email baru masuk, algoritma akan memindai teks tersebut dan memutuskan secara otomatis: "Apakah ini aman untuk masuk ke Kotak Masuk, atau harus dibuang ke Spam?". Keren, bukan?


Satu hal yang perlu kalian ketahui, kedua contoh di atas hanya menceritakan garis besar dari penerapan AI. Namun, dari sini Anda sudah bisa melihat betapa luar biasanya mesin dalam mengenali pola data dan mengambil keputusan sendiri.

Oleh karena itu, mari kita bahas bagaimana pengelompokan ilmu AI ini secara lebih dalam. Sudahlah Anda siap untuk melaju ke materi selanjutnya, yaitu Taksonomi AI?

Mari kita melangkah dan tetap semangat, ya!

Referensi

  • McKinsey & Company. (2022). The State of AI in 2022.
  • IBM. What is Artificial Intelligence (AI)? https://www.ibm.com/topics/artificial-intelligence